Wednesday, February 9, 2011

BI Terima 9.000 Aduan Keluhan Masyarakat

JAKARTA: Bank Indonesia (BI) mengaku telah menerima sekitar 9.000 laporan pengaduan nasabah yang merasa terganggu dengan maraknya penawaran produk kredit tanpa agunan (KTA) oleh bank. Dari data tersebut, 85% lebih penawaran dilakukan oleh bank asing.

"Sejak dibuka hotline pengaduan SMS khusus untuk KTA tanggal 26 Januari lalu oleh BI, sudah ada sekitar 9.000 SMS pengaduan yang masuk. Sebagian besar mengenai KTA," kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat Bank Indonesia Difi A Johansyah ketika dihubungi Media Indonesia, Minggu (6/2).

Difi mengungkapkan, berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 85% dari sms berisi keluhan masyarakat yang merasa terusik dengan gencarnya penawaran produk KTA oleh bank asing. Bahkan, sebanyak 4.400 SMS diantaranya menyertakan nama bank serta pengirim SMS.

Pihak BI mengindikasikan bank-bank asing yang bersangkutan menggunakan jasa pihak ketiga (outsourcing) untuk memasarkan produk tersebut. "Karena contohnya ada SMS yang menawarkan dana ekspres dari bank asing tanpa menyebut nama bank," aku Difi.

Dirinya menyayangkan perilaku pihak pemasaran (marketing) bank asing yang saking gencarnya hingga meresahkan masyarakat, karena seharusnya mereka berpegang pada etika pemasaran yang baik dan memberikan edukasi kepada konsumen sebelum menawarkan produk yang dimaksud. Padahal, ujarnya, di negara asal bank bank asing tersebut aturan mengenai kerahasiaan konsumen sangat dihormati. "Anehnya di Indonesia kok mereka malah bablas?" tanyanya.

Sumber: www.mediaindonesia.com

No comments:
Write comments

Header AD

Labels